Rabu, 23 Maret 2016

OBJEK IPA DAN PENGAMATAN



       
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang mempelajari berbagai fenomena sistematis yang terjadi di alam.
Penyelidikan tentang alam telah menghasilkan kumpulan pengetahuan yang demikian kompleks. Untuk memudahkan, pengetahuan tersebut digolongkan sebagai berikut :
  1. Fisika, mempelajari tentang aspek mendasar alam, misalnya materi, energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fisik lainnya.
  2. Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun dan perubahan zat.
  3. Biologi, mempelajari tentang sistem kehidupan mulai dari ukuran renik sampai dengan lingkungan yang sangat luas.
  4. Ilmu Bumi dan Antariksa, mempelajari asal mula bumi, perkembangan dan keadaan saat ini, bintang-bintang, planet-planet, dan berbagai benda langit lainnya.
PENYELIDIKAN IPA

A.      Proses
Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai, antara lain seperti berikut :
1. Pengamatan
Melibatkan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi
       2. Membuat Inferensi
Merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola-pola atau hubungan-hubungan antaraspek yang diamati,  serta membuat prediksi Project.
      3. Mengomunikasikan
Mengomunikasikan hasil penyelidikan baik lisan maupun tulisan. Hal yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar


B.kegunaan

Kemampuan penyelidikan ilmiah IPA merupakan keterampilan sepanjang hayat yang dapat digunakan dalam mempelajari berbagai macam ilmu, termasuk dalam kehidupan sehari-hari

Adapun kegunaan belajar IPA dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
a) Memahami berbagai hal di sekitar kita
b) Berfikir logis dan sistematis
c) Meningkatkan kuaitas hidup
d) Menyelesaikan masalah

C. Objek
Objek yang dipelajari dalam IPA meliputi seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola-pola keteraturannya.
      Para peneliti atau saintis melakukan kajian-kajian terhadap berbagai fenomena  melalui penelitian, yaitu metode penyelidikan ilmiah. Penyelidikan ilmiah adalah tahapan kajian melalui pengamatan.
Pengamatan yaitu kegiatan menggunakan satu indra atau lebih seperti melihat, mendengar, mencium, mengecap dan meraba secara saksama untuk mendapatkan keterangan atau makna dari suatu yang diamati.
Pengamatan (observasi) dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif.  
a.       Pengamatan secara Kualitatif
 Yaitu pengamatan yang dilakukan dengan alat-alat indra.
Beberapa contoh pengamatan menggunakan indra yaitu :
1)     Indra pembau : untuk pengamatan berupa bau. Misal : mencium beberapa jenis bumbu dapur.
2)     Indra pendengaran : untuk pengamatan beruapa suara. Misal : mengenali hewan dari suaranya.
3)     Indra peraba : untuk pengamatan berupa sentuhan. Misal : membedakan permukaan daun.
4)     Indra pengecap : untuk pengamatan berupa rasa. Misal : mencicipi beberapa jenis buah dengan mata tertutup.

b.   Pengamatan secara Kuantitatif
      Yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur.
Pengambilan data kuantitatif harus menggunakan alat ukur dan satuan pengukuran yang bersifat universal artinya berlaku dan dapat diterima di seluruh dunia. Misal : untuk mengukur panjang menggunakan satuan meter bukan dengan hasta.
Contoh : pengamatan secara kuantitatif :
a. Mengamati pertumbuhan kecambah, berapa millimeter kecepatan tumbuh kecambah setiap harinya.
b. Mengamati berapa jumlah denyut jantung orang laki-laki sehat yang sedang duduk atau sedang berolahraga setiap menitnya.

Contoh pengamatan dan pengukuran , selengkapnya ada pada,video berikut ini 


Sumber video : www.youtube.com/watch?v=iIaHXizBKeU

                                               Sumber gambar : sains2day.blogspot.com


   Pengamatan yang dibantu dengan alat pengukuran mempunyai tujuan supaya hasil pengamatan yang dilakukan lebih teliti dan akurat. Alat bantu tersebut antara lain :
a. Mistar (penggaris)    : untuk mengukur panjang
b. Timbangan (neraca) : untuk mengukur berat
c. Termometer             : untuk mengukur suhu
d. Higrometer              : untuk membantu mengamati kelembapan udara
e. Gelas ukur               : mengukur volume zat cair
f. Mikroskop               : untuk mengamati objek yang sangat kecil
g. Jangka sorong         : untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1mm.
h. Mikrometer sekrup  : untuk mengukur benda dengan satuan ukur yang memiliki ketelitian 0.01 mm
      Berikut adalah gambar macam-macam alat ukur :
 



  
Mistar
Neraca                                                 
Termometer
Jangka sorong
Mikrometer sekrup
Lux meter
multimeter

Untuk mengetahui lebih lengkapnya mengenai macam-macam alat ukur dan cara penggunaannya, klik disini
atau download materi ini disini
Untuk evaluasi hasil belajar, silahkan kerjakan latihan soal berikut
dengan masuk menggunakan username : mayaafia
dan password            : 2708
kemudian klik started quizzes,pilih take lalu start quiz, selamat mengerjakan .
Sumber
Wahono, dkk. 2013. Sains-Studi dan Pengajaran. Jakarta : kemendikbud.
http://media.lp3.unnes.ac.id/2016/02/01/media-interaktif-objek-ipa-dan-pengamatannya/